Entries (RSS)
KLIK SALAH SATU LINK IKLAN DIBAWAH UNTUK MENGHILANGKAN KOTAK INI
.

Melakukan Asuhan Keperawatan (Askep) merupakan aspek legal bagi seorang perawat walaupun format model asuhan keperawatan di berbagai rumah sakit berbeda-beda. Seorang perawat Profesional di dorong untuk dapat memberikan Pelayanan Kesehatan seoptimal mungkin, memberikan informasi secara benar dengan memperhatikan aspek legal etik yang berlaku. Metode perawatan yang baik dan benar merupakan salah satu aspek yang dapat menentukan kualitas “asuhan keperawatan” (askep) yang diberikan yang secara langsung maupun tidak langsung dapat meningkatkan brand kita sebagai perawat profesional. Pemberian Asuhan keperawatan pada tingkat anak, remaja, dewasa, hingga lanjut usia hingga bagaimana kita menerapkan manajemen asuhan keperawatan secara tepat dan ilmiah diharapkan mampu meningkatkan kompetensi perawat khususnya di indonesia

PROTAP : POSISI SIMS (SEMI TELUNGKUP)

A. Pengertian:
Pada posisi ini badan klien ditempatkan pada ileum anterior dan humerus dan klavikula.

B. Tujuan:
1. Pada klien tidak sadar untuk meningkatkan drainase lendir dari mulut
2. Memberikan posisi pilihan pada pasien yang imobilisasi atau tirah baring untuk memberikan kenyamanan.

C. Langkah:
1. Ikuti protokol standar
2. Tempatkan klien pada poisisi terlentang di tengah tempat tidur datar
3. Beri pasien posisi lateral dengan sebagian berbaring pada abdomen
4. Tempatkan bantal kecil pada kepala
5. Tempatkan bantal dibawah lengan fleksi klien. Bantal harus lebih dari tangan sampai siku (untuk mencegah rotasi bahu)
6. Tempatkan bantal dibawah tungkai yang fleksi, dengan menyokong tungkai setinggi panggul (mencegah rotasi internal panggul dan adduksi kaki)
7. Tempatkan bantal pasir atau penyokong foot drop melawan kaki klien
8. Lengkapi akhir protokol

Sumber;
Perry, Peterson, Potter; Buku Saku Keterampilan dan Prosedur Dasar
Azis Alimul Hidayat, S.Kp; Buku Saku Praktikum KDM

PROTAP : POSISI TREDELEMBURG

A. Pengertian:
Posisi ini menempatkan pasien di tempat tidur dengan bagian kepala lebih rendah dari bagian kaki.

B. Tujuan :
Melancarkan peredaran darah ke otak

C. Alat dan Bahan:
1. Bantal
2. Tempat tidur khusus (fungsional bad)
3. Balok penopang kaki tempat tidur (opsional)

D. Langkah:
1. Jelaskan prosedur yang akan dilakukan
2. Cuci tangan
3. Pasien dalam keadaan berbaring terlentang
4. Tempatkan bantal di antara kepala dan ujung tempat tidur pasien
5. Tempatkan bantal dibawah lipatan lutut
6. Tempatkan balok penopang di bagian kaki tempat tidur
7. Atau atur tempat tidur khusu dengan meninggikan bagian kaki pasien
8. Cuci tangan.

(Sumber; Perry, Peterson, Potter; Buku Saku Keterampilan dan Prosedur Dasar)