Entries (RSS)
KLIK SALAH SATU LINK IKLAN DIBAWAH UNTUK MENGHILANGKAN KOTAK INI
.

Melakukan Asuhan Keperawatan (Askep) merupakan aspek legal bagi seorang perawat walaupun format model asuhan keperawatan di berbagai rumah sakit berbeda-beda. Seorang perawat Profesional di dorong untuk dapat memberikan Pelayanan Kesehatan seoptimal mungkin, memberikan informasi secara benar dengan memperhatikan aspek legal etik yang berlaku. Metode perawatan yang baik dan benar merupakan salah satu aspek yang dapat menentukan kualitas “asuhan keperawatan” (askep) yang diberikan yang secara langsung maupun tidak langsung dapat meningkatkan brand kita sebagai perawat profesional. Pemberian Asuhan keperawatan pada tingkat anak, remaja, dewasa, hingga lanjut usia hingga bagaimana kita menerapkan manajemen asuhan keperawatan secara tepat dan ilmiah diharapkan mampu meningkatkan kompetensi perawat khususnya di indonesia

Tampilkan postingan dengan label Kesehatan Wanita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan Wanita. Tampilkan semua postingan

Tips Mencegah Jerawat

Setiap orang terutama kaum wanita sangat mendambakan memiliki wajah yang cantik, mulus, bebas dari jerawat. Namun tanpa diundang terkadang jerawat muncul di wajah, tentu hal ini akan mengganggu penampilan kan? Namun jangan terlalu khawatir karena jerawat bukanlah suatu penyakit yang serius.

Jerawat adalah suatu keadaan di mana pori-pori kulit tersumbat sehingga menimbulkan kantung nanah yang meradang. Kligmann, seorang penelit masalah jerawat ternama di dunia berpendapat,”Tak ada satu orang pun di dunia yang melewati masa hidupnya tanpa sebuah jerawat di kulitnya.” Kemungkinan penyebabnya adalah perubahan hormonal yang merangsang kelenjar minyak di kulit. Perubahan hormonal lainnya yang dapat menjadi pemicu timbulnya jerawat adalah masa menstruasi, kehamilan, pemakaian pil KB, dan stres.
Penyebab Munculnya Jerawat

Produksi Minyak Berlebihan

Jerawat tidak melulu muncul karena kotor, melainkan lebih disebabkan faktor dari dalam tubuh. Jerawat adalah kondisi abnormal kulit akibat gangguan berlebihan produksi kelenjar minyak (sebaceus gland) yang menyebabkan penyumbatan saluran folikel rambut dan pori-pori kulit. Penyebab jerawat yang paling umum adalah hormon, tumpukan minyak atau sebum di kulit berkolaborasi dengan bakteri.

Matinya Sel-Sel Kulit

Umumnya, jerawat disebabkan oleh kelebihan kelenjar minyak karena giat diproduksi hormon androgen. Jerawat timbul karena kelenjar minyak yang berlebih tersebut bercampur dengan sel kulit mati. Ketika sel-sel kulit itu bercampur dengan jumlah sebum yang sudah meningkat itu, campuran yang tebal dan lengket itu dapat membentuk penyumbat yang menjadi bintik hitam atau putih. Banyak yang beranggapan, bahwa jerawat hanya menyerang muka, tetapi jerawat bisa juga menyerang bagian tubuh lain, seperti di bagian punggung, dada dan lengan atas.

Bakteri

Yang membuat masalah semakin rumit, bakteri biasanya ada di kulit, yang disebut p.acne, yang cenderung berkembang biak didalam kelenjar sebaceous yang tersumbat, yang menghasilkan zat-zat yang menimbulkan iritasi daerah sekitarnya. Kelenjar tersebut terus membengkak, dan mungkin akan pecah, kemudian menyebarkan radang ke kulit daerah sekitarnya. Inilah yang menyebabkan jerawat batu jenis yang paling mungkin, yaitu meninggalkan pigmentasi jangka panjang dan bekas luka seperti cacar yang permanen.

Tipe-Tipe Jerawat

• Komedo.

Komedo sebenarnya adalah pori-pori yang tersumbat, bisa terbuka atau tertutup. Komedo yang terbuka (blackhead), terlihat seperti pori-pori yang membesar dan menghitam. Komedo yang tertutup (whitehead) memiliki kulit yang tumbuh di atas pori-pori yang tersumbat sehingga terlihat seperti tonjolan putih kecil. Jerawat jenis komedo ini disebabkan oleh sel-sel kulit mati dan sekresi kelenjar minyak yang berlebihan pada kulit.

• Jerawat biasa.

Jenis jerawat ini mudah dikenal, tonjolan kecil berwarna pink atau kemerahan. Terjadi karena pori-pori yang tersumbat terinfeksi oleh bakteri. Bakteri yang menginfeksi bisa dari waslap, kuas make up, jari tangan, juga telepon. Stres, hormon dan udara yang lembab, dapat memperbesar kemungkinan terbentuknya jerawat.

• Jerawat Batu (Cystic acne).

Cystic acne adalah jerawat yang besar-besar, dengan peradangan hebat, berkumpul diseluruh muka. Penderita cystic acne biasanya juga memiliki keluarga dekat yang menderita jerawat jenis ini. Secara genetik penderitanya memiliki:

1. Kelenjar minyak yang over aktif yang membanjiri pori-pori dengan kelenjar minyak,

2. Pertumbuhan sel-sel kulit yang tidak normal yang tidak bisa beregenerasi secepat kulit normal

3. Memiliki respon yang berlebihan terhadap peradangan sehingga meninggalkan bekas di kulit

Berikut Beberapa Tips Untuk Mencegah Timbulnya Jerawat
  • Rajin membersihkan wajah

Salah satu penyebab timbulnya jerawat adalah kotoran dan bakteri yang menempel di wajah. Dengan mencuci muka atau membersihkan wajah menggunakan susu pembersih dapat segera menyingkirkan kotoran dan bakteri yang ada.

  • Singkirkan rambut dari wajah

Rambut akan menjadi kotor dan berminyak saat kita melakukan aktivitas sehari-hari. Bila rambut menyentuh wajah, maka kotoran tersebut dapat pindah ke wajah kita dan dapat menimbulkan jerawat.

  • Cuci sarung bantal dan seprei secara teratur

Rambut yang kotor atau wajah yang tidak bersih dapat menyebabkan kuman dan kotoran berpindah di sarung bantal atau seprei saat kita menggunakan bantal. Kemudian, pada saat yang lain saat wajah menempel di bantal, kotoran tersebut kembali menempel di wajah kita.

  • Minum 8 gelas air sehari

Mengkonsumsi air yang cukup dapat membantu tubuh mengeluarkan racun dan zat tidak berguna yang ada di tubuh, sehingga dapat mengurangi risiko timbulnya jerawat.

  • Menggunakan masker pencegah jerawat secara teratur

Dengan menggunakan masker madu dan jeruk nipis. Hal ini dapat membantu menghilangkan bakteri dan minyak di wajah.

  • Kurangi penggunaan kosmetik

Menggunakan kosmetik dapat menyumbat pori-pori wajah. Sumbatan ini membuat pori-pori tidak bernafas dengan baik. Pilihlah kosmetik yang berbahan dasar air yang dapat mengurangi potensi timbulnya jerawat dibanding kosmetik yang berbahan dasar minyak.

  • Jangan pencet jerawat yang ada

Tangan yang kotor saat anda memegang dan memencet jerawat memicu meningkatnya minyak dan kotoran di wajah. Saat memencet jerawat, lapisan yang ada di bawah kulit dapat menjadi rusak dan menyebabkan minyak wajah menyebar ke bagian lain dari wajah sehingga jerawat timbul semakin banyak

Mengatasi Masalah Keputihan (vaginal Discharge Leukore)

Masalah keputihan sering terjadi pada wanita dan menyebabkan rasa tidak nyaman :

· Kebanyakan wanita menghasilkan lendir pada pertengahan siklus haid, yaitu kurang lebih dua minggu setelah haid selesai. Ini bertepatan dengan waktu ovulasi (pengeluaran telur) dari ovari ( Indung Telur ). Hal ini dapat menyebabkan vagina sedikit lembab dan kondisi ini tergantung dari banyaknya jumlah hormon estrogen yang dikeluarkan.

· Selama hamil, cairan yang keluar mungkin lebih sering dan banyak.

· Pengguna alat IUD juga lebih rentan terhadap keputihan dan menyebabkan cervical erosion dan merasa ‘basah’.

· Sewaktu wanita terangsang secara sexual dan waktu selesai hubungan kelamin juga didapatkan cairan vagina yang keluar.

· Keadaan yang sama dapat juga terjadi ketika menghadapi tekanan perasaan (stress).

· Wanita yang mengidap kencing manis lebih sering mengalami masalah ini.

· Keputihan juga dapat terjadi bila vagina terpapar bahan-bahan seperti spermicida, pewangi dsb.

· Pria juga dapat mengalami “ Keputihan “.

· Mempengaruhi kemesraan hubungan seks.

Pengeluaran cairan ini adalah hal yang normal dalam beberapa keadaan. Biasanya cairan tersebut agak jernih (atau sedikit putih), lembut (licin) dan tidak berbau. Cairan ini berubah warna menjadi sedikit kuning bila terpapar kepada udara atau bila ia kering. Sebenarnya keadaan ini menyebabkan vagina “sehat” dan berupaya mempertahankan keasaman vagina.

Keputihan ( Discharge ) yang tidak normal

Tanda yang mudah dilihat untuk menentukan cairan vagina yang tidak normal ialah dengan adanya perubahan pada warna, jumlah dan bau cairan tersebut. Ia juga menyebabkan rasa gatal yang amat sangat, di samping vagina menjadi merah, rasa pedih atau rasa terbakar sewaktu kencing dsb.

Penyebab utama keputihan adalah kuman bakteri, parasit atau jamur.
Infeksi Jamur Candida

Adalah masalah keputihan yang paling sering terjadi, disebabkan oleh sejenis jamur yang disebut Candida seperti Candida albicans. Cairan yang dikeluarkan adalah pekat berwarna putih. Penderita akan mengalami gatal di vagina di samping menghadapi masalah tidak nyaman sewaktu buang air kecil atau sewaktu mengadakan hubungan intim.

Jamur ini memang secara normal ada dalam vagina tetapi ia tidak menyebabkan masalah apa-apa. Hal ini disebabkan oleh karena pertumbuhannya di”saingi” oleh bakteri yang juga menduduki tempat yang sama sehingga terjadi “Keseimbangan”.

Masalah akan mulai timbul bila minum antibiotik yang membunuh bakteria tetapi tidak membunuh jamur atau pencucian vagina dengan bahan-bahan yang menyebabkan bakteri mati secara berlebihan. Hal ini menyebabkan jamur tersebut berkembang dengan cepat karena tidak ada lagi saingannya.

Obat yang digunakan adalah anti jamur yang dapat di minum ( oral ) atau obat bentuk ovula yang dimasukkan kedalam vagina ( suppositoria ). Obat ovula ini dimasukkan dalam vagina sedalam mungkin dan digunakan sebelum tidur.

Infeksi bakteri seperti Gardnerella

Sama seperti Infeksi jamur tetapi discharge biasanya berwarna putih atau kekuningan dan berbau seperti bau ikan. Penggunaan antibiotik baik secara oral ataupun ovoid dapat digunakan.

Infeksi Penyakit Menular Seksual

Infeksi yang disebabkan oleh hubungan kelamin memerlukan perawatan yang perlu dilakukan kepada kedua pasangan, baik pasangan tersebut menunjukkan tanda-tanda infeksi atau tidak. Penyakit ini bila tidak mendapatkan penanganan yang segera dan baik dapat menyebabkan infeksi pada saluran kencing dan juga kemandulan.

Penyebabnya antara lain infeksi parasit Trichomonas, Chlamydia, virus Herpes dan bakteria Gonorrhoea. Trichomonas dan Chlamydia menyebabkan rasa gatal dan pedih. Selain itu discharge tidak berwarna tetapi berbau busuk. Infeksi kuman Gonorrhoea juga menyebabkan discharge yang berwarna kehijauan ataupun gelap.

Langkah-langkah Pencegahan

· Kebersihan diri hendaklah diutamakan. Basuh tangan sebelum dan setelah menyentuh alat kelamin.

· Setelah buang air besar, bersihkan dari bagian depan ke belakang, agar kuman dari belakang tidak berpindah ke vagina.

· Penggunaan vaginal douche seperti Lactacyd dsb. boleh dilakukan untuk memastikan kebersihan vagina. Penggunaan yang terlalu sering tidak dianjurkan karena dapat membunuh ‘bakteria baik’ yang ada di vagina. Douching tidak dianjurkan selama hamil.

· Dianjurkan untuk memakai celana dalam yang baik sirkulasi udaranya (katun 100%) serta ganti celana dalam dengan teratur. Bisa juga memakai pembalut khusus untuk ini, yang biasa disebut panty liner, namun ingat untuk sering menggantinya.

· Apabila terasa gatal, hindari pemakaian sabun, tetapi cuci dengan bersih memakai air hangat. Meski rasa gatal sangat kuat, hindari mencuci sampai bagian dalam vagina, karena ini akan menghilangkan bakteri yang berguna sehingga akan meningkatkan pertumbuhan bakteri yang memiliki efek negatif atau jamur. Jadi cukup cuci dan siram dengan air hangat bagian luar saja.

Perlu Waspada Lebih Lanjut Bila :

· discharge disertai dengan rasa sakit perut. Kemungkinan PID (pelvic inflammatory disease) perlu ditentukan.

· Terjadi pada anak yang belum akil baligh.

· tidak pulih dalam waktu 2 minggu, atau ia menjadi semakin berat.

· Dicurigainya penyakit kelamin.

· Pemakai IUD, karena ada risiko infeksi kuman.

· ada darah sewaktu buang air kencing.

· Kemungkinan Discharge Keganasan ( Kanker Mulut Rahim ).

· Wanita yang sudah menopause mengalami kekeringan vagina. Epitel vagina menjadi lebih tipis dan lembut, menyebabkannya cenderung terjadi masalah seperti luka dsb. Hal ini terjadi karena perubahan hormon di dalam tubuh mereka. Keputihan yang terjadi dipanggil atrophic vaginitis. HRT ( Terapi Sulih Hormon ) mungkin diperlukan.

Apa Itu Kanker Serviks (Ca Cerviks) ??

Kita belakangan ini sering mendengar mengenai ‘kanker serviks’. Kanker ini memang menjadi momok bagi perempuan. Menurut data, di Indonesia ini diperkirakan setiap satu jam ada satu orang yang meninggal akibat kanker serviks ini.

Kanker serviks atau yang lebih dikenal dengan istilah kanker leher rahim adalah tumbuhnya sel-sel tidak normal pada leher rahim, perubahan untuk menjadi sel kanker memakan waktu lama, sekitar 10 sampai 15 tahun. Kanker ini biasanya terjadi pada wanita yang berusia kisaran 30 sampai dengan 50 tahun, yaitu puncak usia reproduktif perempuan sehingga akan meyebabkan gangguan kualitas hidup secara fisik, kejiawaan dan kesehatan seksual.

Kanker serviks ini disebabkan oleh Human Papilloma Virus atau yang disingkat HPV. Virus ini bersifat onkogenik (menyebabkan kanker). HPV ini ditularkan melalui hubungan seksual dan melalui penggunaan barang pribadi yang bersamaan, misalnya penggunaan handuk bersama, pakaian bersama. Human Papilloma Virus ini sangat resisten terhadap panas dan proses pengeringan.

Faktor-faktor yang mendukung timbulnya kanker serviks antara lain:

  • Menikah di usia muda
  • Merokok
  • Penggunaan kontrasepsi oral jangka panjang
  • Kehamilan yang sering
  • Penyakit menular seksual

Yang menakutkan dari penyakit ini adalah penyakit ini tidak menimbulkan gejala, sehingga kita tidak dapat mendeteksinya, kecuali kita rajin melakukan cek up. Jika kondisi kanker ini sudah memasuki tahapan yang cukup gawat, maka gejala yang timbul antara lain:

  • pendarahan dari liang sanggama
  • timbulnya keputihan yang bercampur darah dan berbau
  • nyeri panggul dan gangguan atau bahkan tidak bisa buang air kecil

Sekarang sudah ditemukan vaksinasi untuk mencegah kanker serviks ini, bahkan vaksinasi ini dapat diberikan pada remaja putri mulai usia 10 tahun. Tentunya ini berita yang menggembirakan bagi semua wanita. Dengan melakukan vaksinasi ini pencegahan dapat dilakukan, dan bagi wanita yang aktif atau sudah berhubungan seksual harus rutin melakukan pap smear atau inspeksi visual.

Lebih baik mencegah daripada mengobati bukan?

Tips Mengatasi Nyeri Sewaktu Haid

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai cara mengatasi nyeri haid, mulai dari penyebab nyeri haid, gejala nyeri haid dan pengobatan nyeri haid.

Nyeri haid (dismenorrhea) adalah rasa nyeri/ sakit yang timbul sewaktu akan haid atau selama haid (menstruasi), dengan gejala seperti mulas pada perut bagian bawah sampai ke pinggang dan paha.

Penyebab nyeri haid diantaranya, karena beberapa penyakit (seperti radang panggul), stres, endometriosis, tumor atau kelainan letak uterus. Tapi penyebab nyeri haid yang paling sering, diduga karena terjadinya ketidakseimbangan hormonal dan tidak ada hubungan dengan organ reproduksi.

Seperti yang sudah disinggung diatas, gejala nyeri haid, ditandai dengan nyeri pada perut bagian bawah, yang bisa menjalar ke punggung bagian bawah dan tungkai. Nyeri dirasakan sebagai kram yang hilang-timbul.

Biasanya nyeri mulai timbul sesaat sebelum atau selama menstruasi, mencapai puncaknya dalam waktu 24 jam dan setelah 2 hari akan menghilang. Nyeri haid juga sering disertai oleh sakit kepala, sembelit, mual, atau diare dan sering berkemih. Kadang sampai terjadi muntah.

Untuk mengobati nyeri haid, berikut saya sajikan obat tradisional untuk nyeri haid:
Bahan:
- Bubuk Kulit Kayu Manis (0,5 - 2,5 gram)
- Air Panas (1/2 gelas)

Pemakaian:
Seduh bubuk kayu manis menggunakan air panas. Minum ramuan ini 2 kali sehari dengan dosis yang sama.

Semoga Obat nyeri haid diatas bermanfaat bagi para wanita yang mengalai nyeri saat menstruasi.