Entries (RSS)
KLIK SALAH SATU LINK IKLAN DIBAWAH UNTUK MENGHILANGKAN KOTAK INI
.

Melakukan Asuhan Keperawatan (Askep) merupakan aspek legal bagi seorang perawat walaupun format model asuhan keperawatan di berbagai rumah sakit berbeda-beda. Seorang perawat Profesional di dorong untuk dapat memberikan Pelayanan Kesehatan seoptimal mungkin, memberikan informasi secara benar dengan memperhatikan aspek legal etik yang berlaku. Metode perawatan yang baik dan benar merupakan salah satu aspek yang dapat menentukan kualitas “asuhan keperawatan” (askep) yang diberikan yang secara langsung maupun tidak langsung dapat meningkatkan brand kita sebagai perawat profesional. Pemberian Asuhan keperawatan pada tingkat anak, remaja, dewasa, hingga lanjut usia hingga bagaimana kita menerapkan manajemen asuhan keperawatan secara tepat dan ilmiah diharapkan mampu meningkatkan kompetensi perawat khususnya di indonesia

Protap Memeberikan Obat Intramuscular (Injeksi IM)

Pengertian

Pemberian obat / cairan dengan cara dimasukkan langsung ke dalam otot (muskulus)

Tujuan
Melaksanakan fungsi kolaborasi dengan dokter terhadap klien yang yang diberikan obat secara intra muskulus (IM)

Peralatan
  1. Sarung tangan 1 pasang
  2. Spuit dengan ukuran sesuai kebutuhan
  3. Jarum steril 1 (21-23G dan panjang 1 - 1,5 inci untuk dewasa; 25-27 G dan panjang 1 inci untuk anak-anak)
  4. Bak spuit 1
  5. Kapas alkohol dalam kom (secukupnya)
  6. Perlak dan pengalas
  7. Obat sesuai program terapi
  8. Bengkok 1
  9. Buku injeksi/daftar obat
Prosedur Pelaksanaan Pemberian Obat Secara IM (Intra Muskuler)
  1. Tahap PraInteraksi
    1. Melakukan verifikasi data sebelumnya bila ada
    2. Mencuci tangan
    3. Menyiapkan obat dengan benar
    4. Menempatkan alat di dekat klien dengan benar
  2. Tahap Orientasi
    1. Memberikan salam sebagai pendekatan terapeutik
    2. Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan pada keluarga/klien
    3. Menanyakan kesiapan klien sebelum kegiatan dilakukan
  3. Tahap Kerja
    1. Mengatur posisi klien, sesuai tempat penyuntikan
    2. Memasang perlak dan alasnya
    3. Membebaskan daerah yang akan di injeksi
    4. Memakai sarung tangan
    5. Menentukan tempat penyuntikan dengan benar ( palpasi area injeksi terhadap adanya edema, massa, nyeri tekan. Hindari area jaringan parut, memar, abrasi atau infeksi)
    6. Membersihkan kulit dengan kapas alkohol (melingkar dari arah dalam ke luar diameter ±5cm)
    7. Menggunakan ibu jari dan telunjuk untuk mereganggkan kulit
    8. Memasukkan spuit dengan sudut 90 derajat, jarum masuk 2/3
    9. Melakukan aspirasi dan pastikan darah tidak masuk spuit
    10. Memasukkan obat secara perlahan (kecepatan 0,1 cc/detik)
    11. Mencabut jarum dari tempat penusukan
    12. Menekan daerah tusukan dengan kapas desinfektan
    13. Membuang spuit ke dalam bengkok
  4. Tahap Terminasi
    1. Melakukan evaluasi tindakan
    2. Melakukan kontrak untuk kegiatan selanjutnya
    3. Berpamitan dengan klien
    4. Membereskan alat-alat
    5. Mencuci tangan
    6. Mencatat kegiatan dalam lembar catatan keperawatan
    Pilihan Tempat Injeksi Intra Muskuler

    Paha (vastus lateralis) : posisi klien terlentang dengan lutut agak fleksi.lokasi-injeksi-im

    Ventrogluteal : posisi klien berbaring miring, telentang, atau telentang dengan lutut atau panggul miring dengan tempat yang diinjeksi fleksi.

    Lengan atas (deltoid) : posisi klien duduk atau berbaring datar dengan lengan bawah fleksi tetapi rileks menyilangi abdomen atau pangkuan.


ARTIKEL BERKAITAN